Redup

daun seketika menguning
awan bergerumul berteriak sombong
bercengkrama dengan angin yang tak sepoy
mengejekku yang sedang merasakan luka yang terjebak

kurasakan dahiku mengerut pilu
mencoba meyakini diri sendiri bahwa
harus mulai kututup lubang itu rapat-rapat

layaknya pisau yang mengurik kulitku
mencabik setiap lapisannya
batinku berkecamuk
bahwa aku tak lagi harus mengingat itu

rasa sakit itu masih membayangiku
menemani di setiap hari kelabu
sebelum bertemu denganmu
yang saat ini mampu membunuh biru

Komentar