Sandikala
![]() |
| Yogyakarta, January 19th 2019, 6.27 pm. |
Goresan melintang itu membuatku bergidik kagum
menelisik setiap bagian terkecil sukmaku
menyatakan bahwa aku masih bersamamu pada detik itu
semburat warna seolah-olah menandai hatiku bahwa kau masih memegangku
waktu berjalan sangat cepat
Tak pernah setiap detiknya aku melewatkannya tanpamu
cinta memang kadang tak sebercanda itu
terlebih dengan perasaanku yang dulu sudah kukubur dalam-dalam
aku mulai menari dengan wanginya semerbak kenangan kita
menyadari bahwa ada kau saat ini datang untuk memelukku lagi
Aku melihatmu berdiri membelakangiku sambil memandang langit jingga
merasakan betapa citanya hatimu
dan akhirnya mata kita bertemu
membuatku tersenyum bahwa aku telah menikmatinya bersamamu
dan kuharap akan selalu begitu
Pikiranku terus menari menyiratkan apa yang harus kukatakan padamu
apakah cinta memang seperti ini?
layaknya senja yang menghitam karena aku terus terlarut dengannya
rasa ini sungguh seperti angin yang menghampiriku terus menerus
memberikan bau keabadian yang tak pernah mati
Di bawah goresannya
kupeluk erat tubuhmu
berdamai dengan setiap jiwa yang hendak terbang akibat wanginya rasamu
menyelimuti dinginnya hati yang entah kapan akan luluh kembali
merangkul setiap pedihnya luka yang dulu pernah terjadi
Aku adalah Senja
yang menghitam bersama dengan pekatnya malam
yang memudar bersama sunyinya raga
yang meninggalkan mentari untuk bergabung bersama sepi
namun senja tak pernah ingkar untuk selalu mengobati sembab di matamu
sama sepertiku yang tak pernah ingkar untuk selalu meneduhkan rasa temaram di hatimu

Komentar
Posting Komentar